Fiksikologikal
Sebuah Suara; Dari Kepala, Untuk Siapapun
(Bukan Cerpen)
ilustrasi by google
Seandainya, orangtuamu meninggal dan mewariskan sebuah
komputer. Apakah kamu akan menyimpannya dengan baik agar tidak rusak, atau kamu
akan memanfaatkannya bahkan sampai rusak?
Atau mungkin berbentuk sebuah lukisan kaligrafi
setengah jadi--yang tak sempat tuntas. Apakah kamu akan melanjutkan lukisan itu
hingga pantas, atau malah membiarkannya seperti sediakala sekalipun terlihat
nahas?
Atau seumpama berwujud sebuah suara emas yang
tersimpan di dalam stoples. Apakah kamu berhasrat mendengarkan suara itu, atau
tak rela membiarkannya menguap dan hilang diterpa bayu?
Atau barangkali tak membenda apapun, melainkan hanya
seberkas iman. Apakah kau akan menerimanya begitu saja, atau kau berpikir untuk
terus mencari hingga menemui kebenarannya?




