Banner 468 x 60px

 

IMANUNA

0 comments
Imanuna
Oleh: Izar Razhman



Alif
Bumi tak lagi bayi
petaka nyata ;bukti ia t’lah renta
pohon, gunung, laut mati
amat tamak ‘tuk bertanya mengapa?

Mim
Gugur lalu subur
siklus bumi mendaur

jatuh lantas tumbuh
ganjar atas simpuh

sedih berujung asih
jajak tanpa pamrih

duka cermin suka
refleksi buah karma

mati jelang abadi
janji Illahi

Nun
Kalla saya’lamuun
membatu besar biji kepala
menganak Eka tumbuh laksa
Tsumma kalla saya’lamuun
andai iman berbentuk kafan
malu hati tertanggalkan

Pada tiang yang mana lagi tangan menggenggam?
;pohon abadi raib terajam
Pada tanah yang mana lagi kening bersungkur?
;alas suci ‘anggur terpengkur
Angin
Bulan
Matahari
;tak sudi lagi

maka usah hirau sepi
jika riuh undang nyeri
pagar hijaiyah bukan penjara
sebatas sekat lindung bala

Tunduk tawadlu’ pasrah wasilah ;Yaumuddiin
pejam khusyu’ Khusnul khatimah ; Fii Akhariin
Bismillah. Aamiin.


Surabaya, 25 September 2016

0 comments:

Post a Comment

 
FIKSIKOLOGI © 2017